Kamis, 27 Juni 2013

5 Cara Mengubah Uang Menjadi Kebahagiaan Menurut Dunn dan Norton

Punya banyak uang tetapi sering merasa tidak bahagia?
Di sini ada beberapa tips nya, silahkan dibaca dan semoga membantu..

Dalam buku “Happy Money : The Science of Smarter Spendin” (Simon & Schuster), Elizabeth Dunn dan Michael Norton menawarkan lima prinsip utama untuk membantu kita mendapatkan lebih banyak kebahagiaan dari uang yang kita keluarkan.

Banyak orang tahu bahwa mereka dapat memperoleh pertolongan ahli untuk menghasilkan lebih banyak uang. Tapi anehnya, mereka menganggap mereka sudah mengetahui cara untuk menghabiskan uang agar dapat memperoleh lebih banyak kebahagiaan. Hasilnya, mereka mengikuti intuisi mereka, menggunakan uang untuk membeli barang yang mereka pikir dapat membuat mereka bahagia, dari televisi, mobil, sampai rumah.

Lalu, apa yang salah dengan semua itu? Penelitian selama satu dekade menghasilkan data bahwa intuisi orang tentang bagaimana mengubah uang menjadi kebahagiaan adalah salah pada kondisi terbaik dan sangat salah pada kondisi terburuk. Televisi, mobil dan rumah hampir tidak mempunyai pengaruh terhadap kebahagiaan kita. Ini adalah lima cara terbaik untuk mengubah uang menjadi kebahagiaan, menurut Dunn dan Norton :

1.    Belilah Pengalaman
Benda-benda material menyediakan lebih sedikit kebahagiaan daripada pembelian pengalaman (seperti perjalanan dan makanan spesial). Pengalaman buruk pun dapat menghasilkan kebahagiaan. Dengan menggunakan prinsip ini, sebuah perusahaan bernama Tough Mudder membuat orang harus membayar untuk merangkak di dalam lumpur.

2.    Buat Menjadi Bonus
Ketika hal-hal indah menjadi sesuatu yang terjadi setiap saat, kita menjadi lebih tidak dapat menghargainya. Membatasi akses kepada hal-hal yang paling kita sukai membantu memperbaharui kapasitas kita untuk merasa bahagia. Menjadikan hal-hal favorit sebagai bonus dapat meningkatkan kebahagiaan saat membeli. Perusahaan menjadikan produk seperti rental mobil (Zipcar) dan tisu toilet (Charmin) sebagai bonus, meningkatkan pengalaman para pembelinya.

3.    Belilah Waktu
Uang seharusnya memperbolehkan kita menggunakan tenaga bantuan untuk tugas terberat kita (pikir : membersihkan toilet). Ironisnya, penelitian membuktikan bahwa orang kaya tidak menghabiskan uangnya dengan cara yang lebih membahagiakan. Tanyakanlah sebuah pertanyaan sebelum membeli : Bagaimana pembelian ini dapat merubah cara saya menghabiskan waktu? Perusahaan seperti Intel dan Patagonia mengkompensasi pegawai mereka tidak hanya dengan uang tetapi dengan waktu, memberikan pegawai tersibuk mereka sebuah makna baru terhadap waktu.

4.    Bayar Sekarang, Konsumsi Nanti
Teknologi digital dan kartu kredit mendorong kita untuk mengadopsi “konsumsi sekarang dan bayar nanti”. Dengan membalik tren ini menjadi “bayar sekarang dan konsumsi nanti”, kita dapat membeli lebih banyak kebahagiaan, meskipun kita menghabiskan lebih sedikit uang. Menunda konsumsi mengijinkan kita menuai kebahagiaan atas antisipasi (mengapa liburan menghasilkan banyak kebahagiaan sebelum benar-benar dilakukan). Dan orang cenderung mengurangi pengeluaran ketika mereka membayar di muka. Mengurangi hutang merupakan cara yang pasti untuk menambah kebahagiaan.

5.    Investasikan pada Orang Lain
Penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan uang untuk orang lain menghasilkan lebih banyak kebahagiaan daripada menghabiskan uang untuk diri sendiri. Berinvestasi pada orang lain dapat membuat individu menjadi lebih sehat dan kaya, bahkan dapat membantu orang lain untuk memenangkan dodge ball. Perusahaan seperti PepsiCo, Google dan DonorsChoose.org memanfaatkan prinsip ini untuk mendorong donor, konsumen dan pegawai untuk berinvestasi pada orang lain.