Senin, 17 Juni 2013

Capsaicin pada Cabai

Banyak orang yg sangat menyukai pedas. Bagi mereka, makan tanpa sambal itu kurang nikmat.
Apa sich sebenarnya yg menyebabkan rasa pedas itu?
Lalu bagaimana kita dapat merasakan pedas walaupun papila lidah kita hanya dapat merasakan manis, asam, pahit dan asin?
Dan bagaimana cara terbaik untuk menghilangkan pedas di mulut?
Semua jawaban ny dapat ditemukan di bawah ini..

Cabai termasuk ke dalam genus Capsicum yang mengandung senyawa capsaicin. Capsaicin atau 8-metil-N-vanilil-6-nonenamida adalah senyawa kimia yang membuat cabai memiliki citarasa pedas. Meskipun demikian, tidak semua makhluk dapat merasakan pedas. Burung dapat memakan cabai sepuasnya tanpa merasakan pedas.


Rasa pedas diukur dengan skala Scoville. Menurut Guinness Book of Records, cabai paling pedas adalah jenis Red savina habanero dengan ukuran 577 ribu unit Scoville. Tetapi ada klaim sejenis cabai di India, Naga jolokia yang mencapai 855 ribu Scoville.


Capsaicin adalah capsaicinoid yang utama di dalam cabai yang diikuti oleh dihidrokapsaisin.  Dua campuran ini juga adalah capsaicinoid yang dua kali lebih panas dari nordihidrocapsaicin, homo dihidrocapsaicin, dan homocapsaicin.

Capsaicin mengikat molekul tertentu pada subkelompok neuron dalam sistem sensorik yang disebut “nociceptor”. Ketika dimakan, senyawa ini akan berikatan dengan reseptor nyeri di mulut dan kerongkongan sehingga menyebabkan rasa pedas. Senyawa ini mengiritasi kulit dan selaput lendir (lapisan kelopak mata, hidung, mulut, alat kelamin), merangsang  respon inflamasi sering ditandai dengan kemerahan dan bengkak, serta sensasi kehangatan dan rasa sakit.

Jika terhirup, capsaicin merangsang bronkopulmonalis nociceptive C-serat yang dapat merangsang apnea (penghentian sementara respirasi), pernapasan dangkal yang cepat, sekresi lendir, bronkokonstriksi (penyempitan otot polos saluran udara di paru-paru), dan batuk. Dalam kasus yang paling ekstrim, kematian asphyxia (kekurangan oksigen) telah terjadi.

Menghirup cabai bubuk dapat menyebabkan batuk, bersin, dan hidung meler. Menghirup cabai bubuk dapat memblokir saluran udara dan menyebabkan kematian oleh asphyxia (kekurangan oksigen).
Kemampuan cabai bubuk untuk menghalangi saluran udara menambah semua jenis efek fisiologis. Cabai bubuk dapat menyebabkan kematian asfiksia baik secara kimia atau fisik atau dengan melakukan keduanya.

Meskipun begitu, capsaicin banyak digunakan oleh polisi untuk mengendalikan para demonstran. Cairan capsaicin sering disebut dengan gas air mata. Selain itu, capsaicin juga dipercaya dapat mencegah kanker.

Capsaicin merupakan senyawa nonpolar, sehingga dia tidak larut dalam air. Cara terbaik untuk menghilangkan pedas adalah dengan minyak, lemak, atau susu.