Jumat, 03 Mei 2013

Resep Teh


Resep Teh

Hakka Lei Cha
Orang-orang Hakka atau Hakka Han bermigrasi dari Sungai Kuning di China tengah ke Asia Tenggara beberapa abad yang lalu. Lei cha secara harafiah berarti teh yang dipukuli atau dihancurkan. Lei cha dipercaya berasal dari sebuah sup yang bernama “Tiga Bahan Mentah Sup” yang terdiri dari daun teh, jahe yang dihancurkan dan nasi. Sup ini dimakan oleh prajurit-prajurit Hakka untuk peremajaan dan dibawa ke Asia Tenggara. Lei cha modern ada setelah menyesuaikan beberapa hal dengan resep aslinya.

Lei cha yang dinikmati saat ini biasanya terbuat dari teh oolong, variasi kacang dan biji yang dipanggang, mung beans, dan nasi yang dihaluskan. Lei cha biasanya diminum dengan beberapa makanan seperti kacang panjang, kale, kol, daun bawang, lobak kering, dan aduki beans. Kombinasi dari makanan tersebut dan lei cha akan menghasilkan makanan yang enak dan bergizi.


From : http://www.everydayfoodilove.co/2010/07/caffeinees-at-ampang-kuala-lumpur.html

Bahan-bahan:
-          28.35 gram teh oolong
-          453.6 gram kacang tanah
-          198.45 gram biji wijen
-          2 sendok makan daun mint yang telah dipotong-potong
-          4 sendok makan daun basil yang telah dipotong-potong
-          4 sendok makan daun coriander yang telah dipotong-potong
-          2 siung bawang putih yang dipotong-potong
-          ½ sendok teh garam
-          Nasi
-          Kacang untuk garnish
Cara membuat:
-          Panggang kacang tanah dengan cara menggorengnya tanpa minyak selama 10-20 menit sampai dengan berwarna cokelat.
-          Lakukan hal yang sama dengan biji wijen.
-          Panaskan minyak, lalu masukkan daun mint, basil, coriander, bawang putih dan garam, aduk selama 2 menit. Haluskan sampai berbentuk seperti pasta (dapat dilakukan dengan ditumbuk atau diblender). Campurkan kacang tanah dan biji wijen yang sudah dipanggang lalu tumbuk/blender lagi.
-          Tuangkan campuran ke dalam mangkuk besar dan tambahkan 17 gelas air mendidih sambil diaduk.
-          Sajikan dengan nasi yang ditambahkan kacang tanah di atasnya.



Butter Tea :
Teh mentega, atau yang terkenal sebagai Po cha di Tibet, dibuat dengan mengaduk teh, garam, dan mentega yang berasal dari susu lembu jantan berbulu panjang (yak). Teh yang digunakan merupakan teh kuat bertype ‘smoky’ dari teh bata yang berasal dari Pemagul, Tibet. Sebagian dari teh bata ini dicampur dengan air dan dididihkan selama berjam-jam untuk mendapatkan seduhan yang ‘smoky’ dan sedikit pahit yang disebut chaku. Teh ini akan disimpan sampai saatnya membuat teh mentega. Untuk membuat Po cha, sebagian kecil chaku dituangkan ke dalam tong susu silinder yang terbuat dari kayu yang biasa disebut chandong, bersama dengan mentega dari yak dan garam, kemudian diaduk selama beberapa menit sebelum disajikan.

Po cha dikonsumsi beberapa kali sehari oleh orang-orang Tibet. Ada banyak sekali keuntungan yang didapat dari meminum po cha ini, terlebih di dataran tinggi seperti Tibet, karena kualitasnya yang menghangatkan dan memiliki kalori yang tinggi, sehingga membuat tingkat energi tetap tinggi. Mentega yang ada di dalam minuman dapat mencegah bibir pecah-pecah. Po cha ini juga dipercaya dapat membantu pencernaan, membantu pikiran tetap fokus, dan menyehatkan bagi sistem kardiovaskular.

From : http://www.chinadiscovery.com/tour-jiuzhaigou/jiuzhaigou-foods.html
Bahan-bahan:
-          4 gelas air
-          2 sendok teh teh hitam organik
-          ¼ sendok teh garam
-          2 sendok makan mentega
-          ½ gelas susu
-          Sebuah blender
Cara membuat:
-          Didihkan air lalu kecilkan apinya.
-          Masukkan 2 sendoh teh teh hitam organik ke dalam air dan didihkan untuk beberapa menit sebelum diangkat.
-          Campurkan teh, garam, mentega, dan susu ke dalam belnder dan blender selama 2-3 menit (semakin lama semakin baik)
-          Butter tea siap untuk dihidangkan
Sumber :  http://www.arborteas.com/pages/traditions.html