Rabu, 09 Januari 2013

Tea I

History of Tea
 

Menurut sejarah Cina, penemu teh adalah seorang Kaisar Cina bernama Shen Nung, pada tahun 2737 sebelum masehi. Dia dikenal sebagai seorang Divine Healer. Dikatakan bahwa teh ditemukan ketika daun teh secara tidak sengaja terjatuh ke dalam air panas yang sedang dididihkan olehny. Ketika daun tersebut diseduh di dalam air mendidih, keluarlah wangi yang enak, sehingga beliau meminumnya. Bukan hanya aromany yang enak, tetapi rasa pahit dan astringent (kering dan ringan, seperti pada popcorn) dipercaya dapat menyegarkan tubuh. Berdasarkan penelitian beliau, minum teh dapat menyembuhkan beberapa penyakit.


Di Jepang sendiri, diceritakan bahwa Daruma (skitar 600 setelah masehi), yang sedang mempelajari Zen Buddha untuk bermeditasi tanpa tertidur dan menutup mata selama sembilan tahun, membuang kelopak matanya ke tanah. Ketika kelopak matany ini jatuh, tumbuhlah pohon teh pertama di Jepang. Meskipun demikian, catatan menyebutkan bahwa biji teh pertama dibawa oleh Saicho pada tahun 805 dan Kukai pada tahun 806 dari Cina. Teh menjadi minuman bangsawan ketika Kaisar Saga mendorong penanaman teh.


Korea mulai mengenal teh pada tahun 661 ketika mempersembahkan teh pada arwah Raja Suro, penemu Kerajaan Geumgwan Gaya.


Teh mulai masuk ke Inggris pada tahun 1660 an ketika Raja Charles II menikah dengan Catherine of Braganza dari Portugis yang terbiasa meminum teh. Pada tahun 1700, teh merupakan minuman bangsawan, tetapi pada tahun 1750 menjadi minuman yang umum. Hal ini terjadi karena kapal yang digunakan untuk mengekspor kain dari Inggris ke India dan Cina yang tadinya kembali dalam keadaan kosong, sekarang terisi penuh dengan daun teh.


Australia mulai mengenal teh pada tahun 1788 ketika Australia masih berada di bawah jajahan Inggris. Pada tahun 1884, Cutten bersaudara menanam teh untuk tujuan komersial di Bingil Bay, utara Queensland. Alfred Bushell membuka toko teh pertamanya di Queensland pada tahun 1883. Anak dari Bushell memindahkan perusahaan ayahnya ke Sydney dan mendirikan Bushell’s Company, perusahaan pertama di Australia yang menjual teh.


Sedangkan di Indonesia sendiri, teh pertama kali masuk pada tahun 1684, dibawa oleh Andreas Cleyer (Jerman) dan ditanam di Jakarta sebagai tanaman hias. Pada tahun 1694, pendeta F. Valentijn melihat perdu teh mudah yang berasal dari Cina tumbuh di Taman Istana Gubernur Jendral Champuys di Jakarta. Pada tahun 1826, teh ditanam melengkapi Kebun Raya Bogor dan tahun 1827 di Kebun Percobaan Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Tahun 1828, Gubernur Van Den Bosh memaksa rakyat Indonesia untuk menanam teh melalui politik Tanam Paksa (Culture Stelsel).